JAKARTA, KOMPAS.com - Dukungan pemerintah terhadap pengembangan riset biomedik perlu ditingkatkan. Karena sejauh ini dukungan pemerintah terhadap pengembangan riset biomedik masih minim, baik dana maupun fasilitas penelitian.
"Dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, pendanaan riset di Indonesia masih kalah. Ini membuat banyak ilmuwan biomedik Indonesia pindah ke Malaysia dan negara lain," kata Kepala Program Magister dan Doktor Ilmu Medik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Septelia Inawati Wanandi, dalam acara peringatan tiga dasawarsa Program Magister dan Doktor Ilmu Medik FKUI, di Jakarta, Rabu (18/3).
"Karena fasilitas riset yang digunakan di bawah standar internasional, banyak publikasi peneli tian biomedik yang tidak diakui secara internasional," ujar Prof Mohamad Sadikin dari Departemen Biokimia dan Biologi Molekuler FKUI.
Padahal, kemampuan para peneliti biomedik di Indonesia tidak kalah jika dibandingkan peneliti asing seperti Malaysia.
Maka dari itu, dukungan pemerintah terhadap pengembangan riset bidang biomedik perlu ditingkatkan, baik pendanaan maupun fasilitas riset.
Hal ini disertai otonomi dalam pengelolaan dana dan fasilitas yang diberikan kepada lembaga-lembaga penelitian kedokteran dasar atau biomedik agar bisa berkembang pesat tanpa hambatan birokrasi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang